Kamis, 22 November 2012

REAKSI DAN IDENTIFIKASI ALKOHOL

PRAKTIKUM II
REAKSI DAN IDENTIFIKASI ALKOHOL


I.      TUJUAN
      1          Praktikan diharapkan memahami dan mengerti mengenai reaksi dan identifikasi alkohol serta mengetahui sifat-sifat alkohol
      2          Praktikan diharapkan dapat membedakan antara alkohol dengan zat lainya dan membedakan dengan jenis-jenis alkohol lainya.
II.      BAHAN DAN ALAT
A.    Bahan
Adapun bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah:
*      Etanol
*      Butanol
*      1-propanol
*      2-propanol
*      aquades
*      H2SO4
*      Asam astat
*      CuSO4
*      Kalium dikromat
*      Brom
*      FeCl3
B.     Alat
Adapun alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah
*      Tabung reaksi
*      Piknometer
*      Viskometer Ostwald
*      Pipet tetes
*      Penjepit Tabung
*      Stopwatch
*      Erlemeyer 250 dan 125 ml
*      Propipet
*      Pipet tetes
*      Pipet ukur 5 dan 10 ml
*      Gelas beker
*      Corong
*      Labu takar 100 dan 250 ml
*      Neraca Analitis
*      Gelas arloji
*      Sudip + sendok
*      Pipet gondok 25 ml
*      Botol semprot

III.      DASAR TEORI
A.    Pengertian
alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain atau dalam kata lain Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus –OH. Rumus alkohol molekul alkohol adalah CnHn+1OH.
Alkohol memiliki tiga jenis yaitu:
1)      Alkohol Primer
Alkohol primer(1°) adalah atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu gugus alkil.
Beberapa contoh alkohol primer antara lain:

Tetapi Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa gugus -OH.
2)      Alkohol Sekunder
Alkohol sekunder (2°), adalah atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.
Contoh:
3)      Alkohol Sekunder
Alkohol tersier (3°), adalahatom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.
Contoh:
OH
 
OH
 
B.     Sifat-Sifat Alkohol
Titik Didih
Dilihat dari titik didihnya senyawa alkohol memilki titik didih yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah atom karbon yang dimilikinya.
Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen terjadi antara molekul-molekul dimana sebuah atom hidrogen terikat pada salah satu dari unsur yang sangat elektronegatif - fluorin, oksigen atau nitrogen.
Untuk alkohol, terdapat ikatan hidrogen antara atom-atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dengan pasangan elektron bebas pada oksigen dalam molekul-molekul lain.
Kelarutan Alkohol dalam Air
Alkohol-alkohol yang kecil larut sempurna dalam air. Bagaimanapun perbandingan volume yang kita buat, campurannya akan tetap menjadi satu larutan.
Akan tetapi, kelarutan berkurang seiring dengan bertambahnya panjang rantai hidrokarbon dalam alkohol. Apabila atom karbonnya mencapai empat atau lebih, penurunan kelarutannya sangat jelas terlihat, dan campuran kemungkinan tidak menyatu. Contoh butanol yang memilki jumlah atom karbon empat.
C. Reaksi – Reaksi Alkohol
  1. Reaksi Triiodometana (Iodoform) dengan Alkohol
Reaksi triiodometana (iodoform) bisa digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan sebuah gugus CH3CH(OH) dalam alkohol.
2. Reaksi alkohol dengan fosfor halida
·         Reaksi dengan fosfor(III) klorida, PCl3
Alkohol bereaksi dengan fosfor(III) klorida cair (yang juga disebut fosfor triklorida) menghasilkan kloroalkana.
·         Reaksi dengan fosfor(V) klorida, PCl5
Fosfor(V) klorida padat (fosfor pentaklorida) bereaksi hebat dengan alkohol pada suhu kamar, menghasilkan awan-awan gas hidrogen klorida. Cara ini kurang baik digunakan dalam membuat kloroalkana, meskipun biasa digunakan sebagai reaksi uji untuk gugus -OH dalam kimia organik.
Untuk memastikan bahwa sebuah zat adalah alkohol, maka pertama-tama kita harus menghilangkan semua zat lain dalam larutan yang akan diuji yang juga bereaksi dengan fosfor(V) klorida. Sebagai contoh, asam-asam karboksilat (yang mengandung gugus -COOH) bereaksi dengan fosfor(V) klorida, begitu juga dengan air (H-OH).
Identifikasi alkohol dapat dilakukan dengan cara yaitu :
a.       Menguji densitas dan viskositas
b.      Menguji kelarutannya
c.       Menunjukkan adanya air secara kualitatif
d.      Mengestrifikasikan dengan mencapurkan larutan tertentu kedalamnya
e.       Melakukan reaksi oksidasi
f.       Mereaksikanya dengan senyawa lain seperti brom dan FeCl3

IV.      PROSEDUR KERJA
A. Prosedur Kerja umum
1)      Persiapkan alat-alat yang akan digunakan pada setiap proses
2)      Cuci dan bersihkan alat -alat yang akan digunakan tersebut
3)      Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan
B. Prosedur Kerja Penentuan densitas
1)      Timbang berat piknometer kosong
2)      Isi piknometer dengan larutan aquades dan amati massanya (sebagai pebanding)
3)      ganti isi piknometer dengan larutan sampel yang diuji amati kembali massanya
4)      kemudian apabila data sudah terkumpul, untuk mencari densitas sampel, cari     dengan rumus densitas.
C. Prosedur kerja penentuan viskositas
1)      cuci viskometer dengan air aquades
2)      ambil 17 ml aquades dengan menggunakan pipet ukur
3)      masukkan kedalam viskometer
4)      sedot aquades dengan menggunakan propipet hingga tanda garis
5)      propipet dilepaskan dan mulai melakukan perhitungan waktu sampai aquades sampai titik garis kedua.
6)      catat waktunya dan lakukan  hal yang sama diatas dengan mengganti aquades dengan larutan sampel yang ingin diuji
7)      bandingkan lama waktu setiap sampel yang diuji

D. Uji Kelarutan Alkohol
Kedalalam 4 tabung reaksi masukkan 0,5 ml msing-masing senyawa berikut : etanol, butanol, 1-propanol, dan 2-propanol. Tambahkan 2ml aquades kedalam,mtiap-tiap tabung reaksi, kemudian aduk dan amati.
E.     Menunjukkan Adanya Air
masukkan 5 cc sampel larutan dalam tabung raeaksi yang bersih dan kering, kemudian masukkan kristal tembaga sulfat yang bebas air. Kristal tembaga sulfat kering ini diperoleh dengan memanaskan serbuk tembaga sulfat dalam frush porslen dari biru menjadi putih setelah beberapa sa’at serbuk tembaga akan berubah warnanya menjadi biru hal ini dikarenakan menyerap air dari sampel tersebut.
F.      Esterifikasi Alkohol
Kedalam tabung reaksi yang telah berisi 1cc ethanol dimasukkan beberapa tetes asam asetat kemudian tambahkan pula assam sulfat pekat 2 cc lalu panaskan dalam water bath selama 1 menit, sambil tabung reaksi ditutup dengan kapas atau gabus. Setelah pemanasan selesai dinginkan dan amati . 
G.    Reaksi dengan besi (III) klorida
Kedalam 3 buah tabung reaksi yang berlainan, larutkan 1 atau 2 tetes phenol kedalam 5 ml air kedalam masing-masing tabung tambahkan 1 atau 2 tetes larutan besi (III) klorida, aduk dan amati hasilnya, uji juga senyawa n-butanol dan 2-propanol. 
H.    Reaksi dengan brom (Fenol)
Kedalam larutan 0,1 g fenol dalam 3 ml air, tambahkan air brom tetes demi tetes sambil tabung reaksi digoyangkan sampai warna kuning tidak berubah. Amati hasilnya.
V.      HASIL DAN PENGAMATAN
Adapun hasil dan pengamatan dari praktikum ini adalah:
a.      Densitas
No
Nama Larutan
M1(grm)
M2(grm)
V (ml)
Densitas (p)
1
Ethanol
19,18
42,35
25
P  = 42,35 – 19,18
               25
   = 0,9268 gr/ml
2
Butanol
19,148
43,04
25
P  = 43,04 – 19,148
               25
   = 0,95568 gr/ml
3
1-Propanol
19,184
39,22
25
P  = 39,22 – 19,184
               25
   = 0,801 gr/ml
4
2-Propanol
19,15
42,22
25
P  = 42,22 – 19,15
               25
   = 0,9228 gr/ml
Pembahasan : besar kecilnya densitas dipengaruhi oleh besar kecilnya masa jenis larutan semakin besar masa jenis larutan maka semakin besar densitasnya dan sebaliknya makin kecil massa jenis maka semakin kecil pula densitasnya
                     Massa M1 (massa botol ukur kosong) pada praktikum yang telah dilaksanakan tidak memiliki nilai sama dikarenakan oleh masih terdapatnya sisa air pencucian.
                     Densitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus :r = M2 – M1
                                                                                                                        V
b.      Viktositas
No
Nama Larutan
T Aguades
Tlarutan
1
Ethanol
1 menit 13,68 detik
2 menit 58,74 detik
2
Butanol
1 menit 13,68 detik
2 menit 59,82 detik
3
1-Propanol
1 menit 13,68 detik
3 menit 18,05 detik
4
2-Propanol
1 menit 13,68 detik
3 menit 58,51 detik

Pembahasan : besar kecilnya viktositas dipengaruhi oleh tingkat kelarutan suatu larutan semakin besar tingkat kelarutan maka semakin besar viktositas larutan tersebut dan sebaliknya semakin kecil maka semakin kecil pula nilai viktositas larutan tersebut.



c.       Kelarutan
No
Nama Larutan
Kelarutan
Keterangan
1
Ethanol
Larut
Larut Sempurna
2
Butanol
Tidak Larut
Butanol dan aquades terpisah, butanol diatas dan air dibawah
3
1-Propanol
Larut
Durasi waktu larut agak lama
4
2-Propanol
Larut
Durasi waktu larut agak lama

d.      Menunjukkan adanya air secara kualitatif
No
Nama Larutan
Reagen
Hasil Pengamatan
Keadaan awal
Keadaan akhir
1
Ethanol
Kristal CuSO4
Putih untuk semua reagen dan bening untuk semua sampel
Warna biru namun cairan bening (ada sedikit penyerapan)
2
Butanol
Kristal CuSO4
Warna biru namun  cairan berwarna biru keruh (ada banyak penyerapan)
3
1-Propanol
Kristal CuSO4
Berwarna putih,cairan warna bening (tidak terdapat penyerapan)
4
2-Propanol
Kristal CuSO4
Berwarna biru namun cairan bening (ada sedikit penyerapan)

e.       Esterifikasi Alkohol
No
Nama Larutan
Reagen
Hasil Pengamatan
Keadaan sblm pemanasan
Keadaan stlh pemanasan
1
Ethanol
Larutan asam asetat (CH3COOH dan larutan H2SO4 pekat
Bening untuk semua larutan sebelum pemanasan
Cairan bening, memiliki bau yang khas
2
Butanol
Cairan berwarna coklat bening, dan memiliki bau yang khas
3
1-Propanol
Cairan berwarna bening, menghasilkan panas dan hampir tidak ada bau
4
2-Propanol
Cairan berwarna bening,memiliki bau yang khas dan menyengat



B. UJI REAKSI
a.      Reaksi Oksidasi
No
Nama Larutan
Reagen
Hasil Pengamatan
Keadaan sblm pemanasan
Keadaan stlh pemanasan
1
Ethanol
Ditambah 4 tetes asam sulfat pekat dan 2 cc larutan kalium dikromat
Berwarna coklat
Menjadi keruh agak kehijauan
2
Butanol
3
1-Propanol
4
2-Propanol

b.      Reaksi Alkohol dengan Brom
No
Nama Larutan
Reagen
Hasil Pengamatan
Keadaan sblm pemanasan
Keadaan stlh pemanasan
1
Ethanol
Masing-masing diambil 3 ml + air brom tetes demi tetes, tabung reaksi digoyangkan
Berwarna bening
Warna menjadi kuning dan terlarut sempurna
2
Butanol
Berbau menyengat, tidak terlarut sempurna terlihat emulsi-emulsi seperti minyak
3
1-Propanol
Terlarut sempurna dan bau menyengat
4
2-Propanol
Pada waktu ditetesi brom warnanya kuning tapi setelah tabung reaksi digoyang-goyang warnanya menjadi putih kembali

c.       Reaksi dengan FeCl3
No
Nama Larutan
Reagen
Hasil Pengamatan
Keadaan sblm pemanasan
Keadaan stlh pemanasan
1
Ethanol
masing-masing diambil 5 ml kemudian ditambahkan satu atau dua tetes FeCl3
Bening dan menjadi agak kekuningan setelah ditetesi FeCl3
Tetap kuning seperti warna semula
2
Butanol
3
1-Propanol
4
2-Propanol


VI.      PERHITUNGAN
Perhitungan Densitas (r) dapat dihitung menggunakan rumus:
r = M2 – M1
        Vpikro

 1. diket larutan Ethanol M1 : 19,18
                                        M2: 42,35
                                        V  : 25
                                        r :........? 
                                    r = 42,35 – 19,18
                                                  25
                                       = 0,9268 gr/ml
2. diket larutan n-Butanol M1: 19,148
                                          M2; 43,04
                                           V  : 25
                                           r : .......?
                                    r =   43,04 – 19,148
                                                      25
   = 0,95568 gr/ml

3. diket larutan 1-propanol M1: 19,184
                                          M2; 39,22
                                           V  : 25
                                           r : .......?
                                    r =   43,04 – 19,148
                                                      25
   = 0,801 gr/ml




4. diket larutan 2-propanol M1: 19,15
                                           M2; 42,22
                                           V  : 25
                                           r : .......?
                                    r =   42,22 – 19,15
                                                      25
   = 0,9228 gr/ml
Perhitungan Viskositas dapat dihitung dengan rumus:
Mx = rx   .   tx            . m aquades
      r aquades    t aquades
1.      larutan Ethanol diket ; r               : 0,9268
       r aqds      : 1
       t                : 2 menit 58,74 = 178,74 s
      t aquades   : 1 menit 13,68=73,68 s
m aquades       : 0,7
   M.ethanol     : .....?
M.ethanol = 0,9268   x   178,74  x   0,7    
                         1             73,68
                 = 0,9268 x  2,425  x 0,7
                 = 1,573 cp

2.      larutan butanol diket ; r                : 0,95568
       r aqds      : 1
       t                : 2 menit 59,82 = 179,82 s
      t aquades   : 1 menit 13,68=73,68 s
m aquades       : 0,7
   M.butanol     : .....?


M.butanol = 0,95568   x   179,82  x   0,7    
                         1               73,68
                 = 0,95568 x 2,44   x 0,7
                 = 1,632 cp
3.      larutan 1-propanol diket ; r                                  : 0,801
       r aqds                  : 1
       t                            : 3 menit 18,05 = 198,05 s
      t aquades               : 1 menit 13,68=73,68 s
m aquades                   : 0,7
   M.1-propanol           : .....?
M.1-propanol = 0,801   x   198,05  x   0,7    
                             1             73,68
                 = 0,801 x  2,687  x 0,7
                 = 1,5 cp

4.      larutan 2-propanol diket ; r           : 0,9228
       r aqds      : 1
       t                 : 3 menit 58,51 = 238,51 s
      t aquades    : 1 menit 13,68=73,68 s
m aquades        : 0,7
   M.2-propanol : .....?
M.2-propanol = 0,9228   x   238,51  x   0,7    
                               1             73,68
                 = 0,9228 x 3,237  x 0,7
                 = 2,09 cp





VII.      KESIMPULAN
      1          Alkohol adalah senyawa organik yang memilki gugus OH yang terikat pada atom karbon.
      2   . jenis-jenis alkohol dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
a.       alkohol primer
b.      alkohol sekunder
c.       alkohol tersier

      3   . masing- masing jenis alkohol memiliki karakteristik tersendiri baik densitas, viskositas, tingkat kelarutannya, yang berbeda.
      4      penentuan densitas dapat di tentukan dengan rumus:
                        r = M2 – M1
                                 Vpikro

5.      penentuan viskositas dapat ditentukan dengan rumus:
Mx = rx   .   tx            . m aquades
                               r aquades  t aquades
6.      pada uji densitas, larutan butanol yang memiliki densitas yang paling besar dan larutan 1- propanol memiliki densitas paling kecil hal tersebut karena dipengaruhi oleh masa jenis larutan tersebut makin kecil masa jenis larutan maka makin kecil juga jumlah densitasnya.
7.      sedangkan pada uji viskositas larutan 2-propanol memilki waktu paling lama dan yang paling cepat viskositasnya adalah larutan etanol karena durasi waktu turun tergantung pada tingkat kepekatan suatu larutan yang diuji semakin tinggi kepakatannya maka semakin lama viskositasnya 



DAFTAR PUSTAKA

Fesseden J. Ralp dan Joan.2001. Dasar-Dasar Kimia Organik . Jakarta: Binarupa Aksara.
www. Chem-is-try.org (situs web kimia Indonesia)
Hart, Craine, 2003, ”Kimia Organik”, Erlangga: Jakarta